Skip to content
Home » Aktualisasi MoU: HIPMI Kota Yogyakarta dan Pemkot Jogja Matangkan Kolaborasi Strategis Lewat Program Mitra Kampung tematik dan Jogja Berdikari

Aktualisasi MoU: HIPMI Kota Yogyakarta dan Pemkot Jogja Matangkan Kolaborasi Strategis Lewat Program Mitra Kampung tematik dan Jogja Berdikari

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) saat pelantikan pengurus baru, Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Yogyakarta Masa bakti 2025-2028 bersama Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar rapat terbatas paparan aktualisasi kerja sama strategis, bertempat di Balai Kota Yogyakarta, Selasa, 29 Juli 2025.

Pertemuan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha yang diwakili HIPMI dan pemerintah daerah, khususnya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi kampung tematik di Kota Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Yogyakarta menyampaikan komitmennya untuk melibatkan HIPMI sebagai mitra strategis dalam pengembangan kampung tematik yang tersebar di berbagai wilayah kota. Pemkot Yogyakarta meyakini bahwa sinergi ini akan mampu menghadirkan pendekatan baru yang lebih inovatif dan solutif dalam membangun ekonomi kerakyatan di tingkat kampung.

Sementara itu, dari pihak HIPMI Kota Yogyakarta, paparan disampaikan oleh Ketua Bidang XII BPC HIPMI Kota Yogyakarta, Budiyanto, yang juga ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Program Strategis. Dalam pemaparannya, Budiyanto mengusung inisiatif bertajuk “Jogja Berdikari”, sebuah program yang terdiri dari tiga pilar utama: Berdaya, Digital, dan Terkoneksi.

“Melalui program Jogja Berdikari, kami ingin mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, mempercepat adopsi digital oleh pelaku UMKM, serta membangun konektivitas antar kampung tematik agar lebih terbuka pada kolaborasi dan pasar yang lebih luas,” ujar Budiyanto.

Pilar Berdaya menekankan pada pendampingan UMKM dan kewirausahaan berbasis komunitas, sementara Digital berfokus pada peningkatan literasi digital dan transformasi digital pelaku usaha kecil. Adapun pilar Terkoneksi mengarah pada pembangunan jejaring kemitraan antara kampung tematik, pelaku industri kreatif, serta sektor swasta dan institusi pendidikan.

Paparan ini mendapat sambutan positif dari jajaran pejabat Pemerintah Kota Yogyakarta yang hadir dalam pertemuan. Beberapa kepala dinas menyampaikan ketertarikan terhadap pendekatan yang ditawarkan HIPMI, terutama karena program Jogja Berdikari dinilai selaras dengan semangat city branding Jogja sebagai kota budaya, kreatif, dan inklusif.

Pertemuan ini juga menjadi ruang strategis untuk menyusun timeline dan pembentukan tim kerja bersama yang akan mengawal implementasi MoU agar berjalan efektif. Dalam waktu dekat, HIPMI dan Pemkot akan memulai uji coba sinergi di beberapa kampung tematik prioritas sebagai proyek percontohan.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Yogyakarta, Syaiful Uyun, menyampaikan bahwa aktualisasi kerja sama ini adalah bentuk nyata dari peran HIPMI sebagai mitra kritis dan solutif pemerintah.

“Kami percaya, pemulihan dan kemajuan ekonomi daerah akan lebih kuat jika pelaku usaha muda dan pemerintah bersatu dalam satu visi: memberdayakan masyarakat, membangun ekonomi lokal, dan menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Syaiful.

Dengan terlaksananya rapat paparan aktualisasi ini, diharapkan MoU yang telah disepakati tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar terwujud dalam bentuk program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga Kota Yogyakarta.

Berita dan Artikel Juga dapat dilihat melalui